Dari awal yang sederhana hingga menjadi raksasa global, kisah naiknya Lego menjadi terkenal adalah kisah inovasi, kreativitas, dan ketekunan. Didirikan pada tahun 1932 oleh Ole Kirk Christiansen di Denmark, Lego dimulai sebagai perusahaan mainan kayu kecil. Namun, baru pada tahun 1950-an perusahaan ini mencapai kemajuan dengan memperkenalkan batu bata plastik ikonik yang saling bertautan yang kemudian menjadi produk khasnya.
Batu bata plastik sederhana ini merevolusi industri mainan, memungkinkan anak-anak membangun dan menciptakan dunia mereka sendiri dengan kemungkinan tak terbatas. Daya tarik Lego yang universal melampaui usia, jenis kelamin, dan budaya, menjadikannya mainan favorit bagi orang-orang dari segala usia di seluruh dunia.
Pada tahun 1970-an dan 1980-an, Lego terus memperluas lini produknya, memperkenalkan set bertema seperti luar angkasa, bajak laut, dan kastil. Perangkat ini memungkinkan anak-anak membenamkan diri dalam dunia dan cerita yang berbeda, memicu imajinasi dan kreativitas mereka. Lego juga meluncurkan minifigures ikoniknya, yaitu figur plastik kecil yang menambahkan dimensi baru dalam bermain dan bercerita.
Namun, Lego menghadapi tantangan pada akhir tahun 1990an dan awal tahun 2000an ketika mereka berjuang untuk beradaptasi dengan era digital dan mengubah preferensi konsumen. Perusahaan menghadapi kesulitan keuangan dan berada di ambang kebangkrutan. Dengan langkah berani, Lego memutuskan untuk kembali fokus pada produk intinya – batu bata plastik – dan kembali ke akar kreativitas dan permainannya.
Keputusan ini terbukti menjadi titik balik bagi Lego, karena hal tersebut menghidupkan kembali merek tersebut dan menyebabkan kebangkitan popularitas. Lego merangkul teknologi dan kemitraan baru, meluncurkan video game, film, dan taman hiburan yang menghidupkan dunia Lego dengan cara baru dan menarik.
Saat ini, Lego merupakan fenomena global, dengan basis penggemar yang berdedikasi dan kehadiran yang kuat dalam budaya populer. Perusahaan terus berinovasi dan memperluas lini produknya, dengan set dan tema baru yang dirilis setiap tahun. Lego juga menerapkan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial, berkomitmen untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.
Dari batu bata hingga mahakarya, kisah naiknya popularitas Lego adalah bukti kekuatan kreativitas, imajinasi, dan permainan. Ketika Lego terus menginspirasi dan menyenangkan generasi anak-anak dan orang dewasa, jelas bahwa warisannya akan bertahan selama bertahun-tahun yang akan datang.
